Fncahyo Blog

Google+ Followers

Fncahyo Blog Privacy Policy Contact Sitemap Powered by bloggerDirektori Artikel

Kelebihan BBM for Android



Sudah tidak asing lagi dengan BBM for android kan? Aplikasi ini sudah cukup lama dirilis dan sudah sangat banyak yang menggunakannya. Awalnya aplikasi ini hanya bisa diinstall pada android versi ICS ke atas. Tetapi saat ini BBM for android juga sudah bisa di install di versi Gingerbread. Hal ini tentu jadi udara segar bagi pengguna android yang masih berversi Gingerbread. Respon lain ditunjukkan oleh pengguna BB yang mungkin sedikit kesal, karena layanan yang dulunya hanya ada di BB saat ini bisa digunakan oleh pengguna android.

BBM for android tidak jauh berbeda dengan BBM pada BB. Keduanya sama-sama memiliki PIN (Personal Identification Number), bedanya untuk android biasanya berkepala 7, sedangkan pada BB umumnya berkepala 2. PIN ini berjumlah 8 karakter yang benar-benar acak. Kita hanya bisa berkirim pesan jika kita sudah saling menjadi kontak. Kita dapat menambahkan kontak dengan cara memindai barcode PIN, mengetik langsung PIN BBM, atau memilih kontak dari perangkat yang kita pakai. Untuk menemukan dan mengundang kontak BBM, kita juga bisa mengaksesnya melalui jaringan social.

Salah satu kelebihan BBM for Android ketimbang BBM pada BB adalah, kita bisa mengubah PIN BBM. Berbeda dengan BB yang hanya bisa menggunakan satu PIN selamanya. Adapun cara untuk mengubah PIN BBM for android adalah :

  • Pertama kita masuk ke menu “Setting” kemudian “Apps”. Cari aplikasi BBM yang telah terinstall untuk selanjutnya pilih menu “Clear Data”
  • Selanjutnya keluar dari menu Setting tersebut.
  • Jalankan kembali aplikasi BBM, dan kita akan mendapati tampilan pertama kali ketika kita hendak menginstall BBM di ponsel. Di sini kita diminta untuk memasukkan alamat email.
  • Masukkan alamat email, tapi jangan gunakan email yang sama dengansebelumnya. Gunakan email yang baru agar kita mendapatkan PIN BBM yang baru juga.

Melalui aplikasi chat BBM for android ini kita bisa saling berkirim gambar, video, dan jenis file yang lain. Ukuran maksimal yang dapat dikirim masih terbatas, yaitu 6 MB. Aplikasi ini bisa diunduh di Apps Store, BlackBerry ® World ™, dan Google Play ™. Nah, bagi pengguna android, lengkap sudah bukan aplikasi chat yang disediakan?

Urutan Versi pada Android - Keunikan Penamaan OS Android



Urutan Versi pada Android - Keunikan Penamaan OS Android - Nama yang diberikan pada setiap versi OS android didasarkan pada nama makanan penutup. Setiap versi yang baru muncul biasanya merupakan penyempurnaan dari versi sebelumnya. Android versi pertama yaitu v1.0.1.1 dan belum memiliki nama. Baru kemudian setelahnya muncul versi 1.5 yang mulai diberi nama yaitu cupcake. Inilah awal dari penamaan android berdasar nama makanan penutup.
Berikut adalah nama-nama Os android dari yang pertama hingga yang terakhir keluar :
*  Android v1.0.1.1
Android versi ini blum memiliki nama dan digunakan pertama kali oleh HTC. Dirilis pada pada bulan Oktober tahun 2008.
*  Android 1.5 (Cupcake)
Versi ini diambil dari nama kue kecil yang dibuat dalam suatu cetakan dan terdapat frosting di atanya. Nama ini cukup familiar karena jenis kue ini sangat terkenal di dunia.
*  Android 1.6 (Donut)
Versi ini dirilis pada September 2009. Siapa yang tidak kenal dengan kue donut? Kue ini berbentuk lingkaran dan berlubang ditengahnya.
*  Android 2.0-2.1 (Eclair)
Versi ini dirilis pada Oktober 2009. Éclair sendiri merupakan kue yang bentuknya persegi panjang, terdapat krim di tengahnya dan laisan krim coklat.
*  Android 2.2-2.2.3 (Froyo)
Versi ini dirilis cukup lama dari versi sebelumnya, yaitu pada bulan Mei 2010. Froyo merupakan singkatan dari Frozen Yoghurt, sejenis yoghurt yang telah didinginkan sehinnga bentuknya seperti es krim.
*  Android 2.3-2.4 (Gingerbread)
Versi ini resmi dirilis pada Desember 2010. Ponsel pertama yang menggunakan OS ini adalah Nexus S produksi Samsung. Gingerbread diambil dari nama kue yang terkenal di AS, yaitu kue jahe atau cookies dengan cita rasa jahe.
*  Android 3.0-3.2 (Honeycomb)
Dirilis secara resmi pada Februari 2011, dan hanya digunakan pada platform tablet saja. Honeycomb merupakan sereal jagung berasa madu  yang bentuknya menyerupai sarang lebah.
*  Android 4.0 (ICS – Ice Cream Sandwich)
Resmi dirilis pada 19 Oktober 2011, yang diperuntukkan memaksimalkan multitasking. ICS ini adalah lapisan es krim berupa vanilla yang diapit dua kue coklat.
*  Android 4.1-4.3 (Jellybean)
Versi ini diumumkan pada 27 Juni 2012, dan merupakan OS android terhalus dan tercepat dari semua versi yang ada. Jellybean merupakan makanan sejenis permen atau disebut kacang jelly.
*  Android 4.4 (Kitkat)
Versi terbaru dari android, namanya diadopsi dari sebuah nama produk coklat. Salah satu ponsel yang diperkirakan akan menggunakan OS versi ini adalah Nexus dari LG.

Nah, jika kita lihat, nama-nama di atas sesuai dengan urutan alphabet bukan? Mulai dari Cupcake, Donut, Éclair, Froyo, Gingerbread, Honeycomb, ICS, Jellybean, dan Kitkat. Masing-masing versi memiliki fungsi berbeda. Dan tahukah anda? Bahwa dalam setiap peluncuran versi baru android, Google selalu membuat perayaan dengan cara membuat patung raksasa berbentuk makanan sesuai nama OS nya dan dipajang di Google Campus.

Tips Merawat Layar Sentuh pada Smartphone Android



Tips  Merawat Layar Sentuh (Touchscreen) pada Smartphone Android - Smartphone Android yang beredar dipasaran pada umumnya menggunakan layar sentuh sebagai media input utama. Jarang sekali kita menemukan perangkat Android yang masih menggunakan papan ketik. Penggunaan touch screen dinilai lebih canggih dan praktis daripada keyboard. Perawatan layar sentuh tentu lebih lebih kompleks daripada layar lain yang hanya berfungsi sebagai media dispay. Jika salah dalam memperlakukan touch screen, maka akan terjadi kerusakan yang biaya perbaikannya cukup mahal bahkan setara dengan harga satu buah ponsel baru.

Untuk merawat layar sentuh pada perangkat Android yang rentan terhadap goresan, kita harus menggunakan screen protector. Ada beberapa macam pelindung layar yang bisa anda pilih yaitu clear, anti spy, anti glare, dan mirror. Jenis clear adalah yang paling sering dijumpai berupa plastik transparan yang agak tebal yang menutupi bagian layar. Anti spy paling sering digunakan untuk orang yang tidak ingin aktivitasnya diintip oleh orang lain saat menggunakan ponsel. Sedangkan anti glare mampu melindungi layar dari sidik jari, minyak, dan gelembung. Screen protector jenis mirror dapat berfungsi sebagai cermin karena memantulkan cahaya.
Selain menggunakan screen guard, anda juga dapat menerapkan tips praktis untuk merawat touch screen yaitu:

  •  Menghindari sinar matahari saat sedang menggunakan layar sentuh karena bisa mengakibatkan penurunan sensitifitas pada layar.
  • Saat menekan layar, usahakan jangan terlalu keras agar tidak cepat rusak.
  • Menyentuh touch screen yang benar adalah dengan jari dan bukan kuku. Kuku yang menekan layar bisa mengakibatkan goresan.
  • Jika layar perangkat Android sudah mulai berdebu dan berminyak, gunakan cairan pembersih dan kain halus untuk membersihkannya.
  •  Saat sedang membersihkan layar, gosoklah secara perlahan.

Saat anda memutuskan untuk menggunakan cover untuk melindungi handphone, sebaiknya hindari yang menggunakan magnet karena medan elektromagnetik dapat merusak layar sentuh. Anda juga harus menjauhkan ponsel dari barang elektronik yang memakai magnet seperti DVD player dan TV. Touch screen pada handphone Android memang rentan terhadap goresan dan gangguan lainnya jadi perawatan yang baik sangat diperlukan untuk membuatnya tetap awet selama digunakan.

Tanda-tanda Perangkat Android Yang Terinfeksi Malware



Tanda-tanda Perangkat Android Yang Terinfeksi Malware - Bagi orang yang sudah lama bergelut di bidang IT tentu sudah tidak asing dengan malware namun orang awam mungkin tidak terlalu akrab dengan istilah ini. Mereka biasanya menyebut program jahat yang menginfeksi perangkatnya sebagai virus. Padahal belum tentu serangan itu berasal dari virus. Malware merupakan program merugikan yang sengaja disusupkan oleh orang lain ke sebuah perangkat untuk melakukan merusak aplikasi, mencuri file, atau memata-matai. Salah satu sistem operasi mobile yang sering terjangkit malware adalah Android.

Android dengan versi terbaru memang diklaim memiliki sistem keamanan yang lebih canggih dari versi sebelumnya, namun kita tidak bisa menyangkal bahwa ada perangkat Android terbaru yang telah terinfeksi malware. Salah satu penyebab yang sering disebut-sebut adalah kegiatan rooting. Masih banyak perdebatan aktivitas ini namun dengan dibukanya akses seluas-luasnya pada handset, peluang untuk terkena malware menjadi lebih besar.

Untuk mengenali apakah suatu perangkat Android terinfeksi malware atau tidak, kita harus mengetahui tanda-tandanya seperti:

·         Boros baterai
Perangkat yang menjalankan sistem operasi Android memang dikenal banyak mengkonsumsi daya namun jika Anda menemui ketidakwajaran seperti baterai yang terlalu boros padahal ponsel hanya menjalankan sedikit aplikasi, maka besar kemungkinan adanya malware yang berjalan di background sehingga daya lebih cepat terkuras.
·         Konsumsi data berlebihan
Android adalah perangkat yang sangat membutuhkan dukungan koneksi internet untuk menjalankan sejumlah aplikasi terutama software messaging. Konsumsi data yang berlebihan adalah salah satu ciri serangan malware karena program tersebut berusaha untuk mengirim informasi kepada pemiliknya melalui jaringan internet.
·         Kinerja handset semakin melambat
Lambatnya kinerja handset disebabkan karena handphone dipaksa untuk menjalankan program malware yang tidak diketahui oleh pengguna perangkat seluler.
Jika Anda menemui tanda-tanda tersebut pada perangkat Android yang sedang dipakai, pasanglah antivirus yang terpercaya dan sering digunakan di berbagai handset. Hindari menggunakan antivirus yang tidak Anda kenali karena bisa jadi aplikasi tersebut disusupi program jahat. Lakukan update aplikasi dan scanning secara berkala agar keberadaan malware lebih mudah dideteksi. Jika semua langkah ini dilakukan dengan benar, maka malware akan lebih sulit masuk ke ponsel Android.

Mencegah Ancaman Malware pada Perangkat Android



Mencegah Ancaman Malware pada Perangkat Android - Perangkat yang menggunakan sistem operasi Android sering diragukan dari segi keamanannya. Sebenarnya, tidak ada satupun perangkat di dunia ini yang bisa terbebas dari ancaman malware. Hanya saja orang cenderung melebih-lebihkan ancaman yang menyerang sistem operasi yang sedang populer dan banyak digunakan seperti Android dan Windows. Ini adalah hal yang wajar mengingat para pembuat malware memang lebih tertarik dengan sistem yang digunakan pada banyak perangkat. Lalu apakah kita tidak bisa mencegah ancaman ini?

Malware sendiri adalah software yang sengaja diciptakan untuk mencuri data, merusak program aplikasi, atau menjadi mata-mata perangkat yang disusupi. Kegiatan ini tentu akan sangat mengganggu pemilik headset apalagi jika data yang disimpan adalah data sensitif yang tidak boleh diketahui oleh banyak orang. Infeksi malware bisa masuk melalui jaringan internet, aplikasi yang diunduh, atau perangkat lain yang terhubung dengan handset Android. Anda harus lebih cermat untuk memilih koneksi aman pada handphone agar terhindar dari malware.

Tindakan pencegahan lain yang bisa kita lakukan untuk meminimalisasi serangan program berbahaya adalah:

·         Memasang antivirus
Antivirus dikembangkan untuk melawan malware. Ada banyak antivirus ternama yang sudah tersedia dalam versi mobile sehingga bisa digunakan untuk perangkat Android. Beberapa diantaranya tidak hanya menawarkan fungsi keamanan tetapi juga fitur anti-theft yang dapat memblokir ponsel saat tercuri.
·         Menjalankan scan otomatis
Memiliki antivirus terupdate tidak ada artinya jika Anda tidak melakukan scanning secara berkala. Agar Anda tidak perlu repot melakukan pemindaian malware secara manual, gunakan fasilitas scan otomatis yang dapat diatur jadwalnya sesuai keinginan.
·         Menguduh aplikasi dari Play Store
Aplikasi yang diunduh melalui toko resmi seperti Play Store tentu lebih aman daripada di tempat lain yang memiliki standar keamanan aplikasi sangat rendah.
Jika Anda akan menginstal sebuah aplikasi, ada baiknya untuk membaca izin aksesnya terlebih dahulu. Jika program tersebut meminta akses penuh terhadap handset Anda, sebaiknya urungkan niat untuk memasangnya di perangkat Anda. Akses ini bisa dimanfaatkan oleh pembuat malware untuk mengendalikan smartphone dari jarak jauh. Jadi, segera amankan perangkat android Anda dari ancaman malware agar terhindar dari kerusakan.